MENGEMBANGKAN KEUNGGULAN LOKAL MELALUI MATA PELAJARAN PRAKARYA

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia baik yang menyangkut politik, ekonomi maupun kehidupan sosial budaya. Perubahan tersebut juga telah membawa manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Luasnya wilayah Indonesia dan sangat bervariasinya kondisi daerah dan potensi-potensi yang dimiliki tiap daerah telah mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan potensi daerah dan kendalanya dalam pelaksanaan perencanaan. Standarisasi dan penyeragaman yang terpusat terkadang dirasakan menghambat pelaksanaan karena cenderung akan berakibat pada ketidaksesuaian antara rencana pusat dan kebutuhan daerah masing-masing. Tiap daerah di Indonesia ini mempunyai keunggulan lokal yang berbeda-beda, sedangkan pendidikan selama ini belum mampu mengembangkan keunggulan lokal masing-masing daerah tersebut. Dalam Struktur Kurikulum 2013 ini Kurikulum dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan,keterampilan, dan sikap secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran, sehingga kompetensi dasar tiap mata pelajaran mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan,dan kompetensi dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut. Di kurikulum 2013 ini ada mata pelajaran Prakarya, mata pelajaran Prakarya adalah matapelajaran yang membekali siswa dengan kemampuan untuk menghasilkan suatu karya pendahuluan atau purwarupa ( prototype). Supaya dihasilkan purwarupa yang baik, maka harus diajarkan pengembangan ide serta pengetahuan tentang bahan, proses, dan peralatan, sehingga siswa dapat memahami alasan-alasan penggunaan bahan, proses,atau peralatan tertentu. Pada akhirnya pengerjaan sebuah prakarya haruslah dibarengi dengan sikap yang sesuai sehingga hasil yang diperoleh menjadi optimal yaitu memberi sumbangan mengembangkan kreativitas sebagai sumber dari ‘industrikreatif’ yang sedang diangkat dalam wacana pendidikan ‘karakter bangsa. Dengan adanya mata pelajaran prakarya ini diharapkan keunggulan lokal tiap daerah mampu dikembangkan secara optimal sehingga menjadi keunggulan lokal yang menjadi ciri khas suatu daerah dan akan berdampak terhadap pengembangan perekonomian di daerah tersebut. Keunggulan Lokal Keunggulan lokal mempunyai pengertian kemampuan daerah yang dimungkinkan untuk dikembangkan secara optimal, sehingga memberikan dampak positif dalam memajukan sebuah daerah. Sedangkan menurut Dwitagama,2007 Keunggulan lokal adalah segala sesuatu yang merupakan ciri khas kedaerahan yang mencakup aspek ekonomi, budaya, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain. Sumber lain mengatakan bahwa Keunggulan lokal adalah hasil bumi, kreasi seni, tradisi, budaya, pelayanan, jasa, sumber daya alam, sumber daya manusia atau lainnya yang menjadi keunggulan suatu daerah. Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Keunggulan Lokal adalah suatu proses dan realisasi peningkatan nilai dari suatu potensi daerah sehingga menjadi produk/jasa atau karya lain yang bernilai tinggi, bersifat unik dan memiliki keunggulan komparatif. Kualitas dari proses dan realisasi keunggulan lokal tersebut sangat dipengaruhi oleh sumber daya yang tersedia, yang lebih dikenal dengan istilah 7 M, yaitu Man, Money, Machine, Material, Methode, Marketing and Management. Jika sumber daya yang diperlukan bisa dipenuhi, maka proses dan realisasi tersebut akan memberikan hasil yang bagus, dan demikian sebaliknya. Di samping dipengaruhi oleh sumber daya yang tersedia, proses dan realisasi keunggulan lokal juga harus memperhatikan kondisi pasar, para pesaing, substitusi (bahan pengganti) dan perkembangan IPTEK, khususnya perkembangan teknologi. Proses dan realisasi tersebut akan menghasilkan produk akhir sebagai keunggulan lokal yang mungkin berbentuk produk (barang/jasa) dan atau budaya yang bernilai tinggi, memiliki keunggulan komparatif, dan unik. Pengembangan Keunggulan lokal melalui pelajaran Prakarya Lingkup materi pelajaran Prakarya di disesuaikan dengan potensi sekolah, daerah setempat, karena sifat mata pelajaran ini menyesuaikan dengan kondisi dan potensi yang ada di daerah tersebut. Penyesuaian ini berangkat dari pemikiran ekonomis, budaya dan sosiologis. Dalam mata pelajaran prakarya ada materi kerajinan, rekayasa, budidaya dan pengolahan. Untuk itulah guru harus mampu menjadikan mata pelajaran prakarya ini sebagai upaya pengembangan keunggulan lokal didaerah tersebut, hal ini dimulai dari identifikasi keunggulan lokal yang ada didaerah tersebut kemudian menerapkannya kedalam pelajaran prakarya yang bisa berupa kerajinanm rekayasa, budidaya dan pengolahan yang berdasarkan atas potensi keunggulan lokal didaerah tersebut. Guru bisa menjadikan lingkungan dan keluarga sebagai sumber belajar dengan melibatkan keluarga maupun masyarakat yang sudah mampu mengembangkan potensi keunggulan lokal di daerah tersebut. Sehingga pelajaran prakarya ini sebagai pendidikan formal namun mengharapkan tujuan akhir mempunyai keterampilan ekonomis menghasilkan dan kualitas manusia yang mempunyai wawasan penciptaan berbasis pasar yang tidak bertentangan dengan karakter bangsa. artikel ini juga dipublikasikan di:

Komentar